Tahu dan Tempe… Nasibmu……

Biasanya kalo ditanya,”Manganmu karo opo?” trus kita jawab “tahu dan tempe”, umumnya yang nanya rada mencibir. Memang sebagian ada yang bersikap seperti itu. Tapi beberapa hari terakhir, gara-gara harga kedelai dunia melonjak, dari 300 dolar Amrik perton, jadi 600 dolar perton, makanan kebangsaan negeri kita, yang konon justru Jepang yang mematenkannya, sekarang jadi barang langka

Gara-gara harga kedelai naik sampai 150 persen, tempe mulai langka di pasaran. Malah di Jakarta kemarin (14 Jan 08), sekitar 5 ribuan pengusaha tahu tempe pada demo ke Istana Negara, gara-gara bahan bakunya yang naik tinggi sekali.

Menyikapi hal ini, pemerintah sudah memutuskan untuk meniadakan bea masuk impor kedelai, jadi bahan baku tahu tempe kebanggaan kita nggak akan jadi terlalu mahal. Kalo dari data pemerintah, sebagian besar bahan baku tahu tempe itu diimpor lho! Gara-garanya produksi dalam negeri juga turun. Kalo 2006 bisa nyampe 1,2 juta ton, tahun lalu tinggal 620 ribu ton. Jadi, tahu tempe yang dulu katanya “panganan wong ndeso”, ternyata sudah jadi makanan mahal, gara-gara bahan bakunya langka….oh tempe penyet…apa iya kau akan naik juga….??? hikkss….

18 Responses to “Tahu dan Tempe… Nasibmu……”

  1. anasmcguire :

    Tempe.. tempe malang benar nasibmu..

  2. anasmcguire :

    Tidak hanya tempe penyet saja yang naik, mungkin kecap da susu kedele akan naik..

  3. anasmcguire :

    Pemerintah mestinya membuka lahan baru untuk di tanami kedele sendiri. Beri intensif dan harga yang pantas bagi para petani yang hendak menjual kedelenya kepada pemerintah. Hal ini mungkin dapat mengurangi ketergantungan kita pada impor kedele.

  4. galih :

    Walah iya, kemarin sore aku bilang pada pak penjual ayam goreng, “Pak! Ayam goreng plus tahu tempe!” Tahu tempe-nya nggak ada, lagi langka kedelai boss!

  5. yuki :

    Imbasnya pasti bukan cuma tahu tempe. bener kang anas, produk turunannya pasti juga ikutan naik. Berarti termasuk Tauwa dong? itu tuh, ampasnya tahu yang dikasih jahe itu, hmmm…padahal enak tuh buat ngilangin masuk angin 🙂

  6. cempluk :

    iya mas..masak panganan murah meriah jadi kian langka dan mahal..

  7. nico kurnianto :

    yak! saya habis ini makan apa donk!? udah kere tambah kere dah….Pemerintah solusinya apa tuch?

  8. gandhi :

    makanya kemaren sempat kaget, biasa makan lalapan tempe cuma 4500 eh tau2 kemaren harus bayar 6000. tak pikir sing naik malah minyak goreng e, walah ternyata tempe ne wes jadi makanan mahal to….. hais ini sari kedelai naek, tauwa naik, makanan berbasis kedelai naik semua, wes makan suket ae koyok sapi

  9. aRuL :

    barusan makan di warung langganan, ternyata harga beras ikut naik begitupula harga telur…
    walah2.
    jadi pengen tau sebenarnya peran departemen pertanian kita seperti apa yah?

  10. santy :

    wkwkwkwk…baru aja tadi mamaku ngomong kalo harga tempe naek, eh..ternyata di sini juga diperbincangkan tho :D, ehehehehehe…

  11. STR :

    Wadhuh! Tempe penyet jangan naik!

  12. evelynpy :

    Kepasar nawar tempe jadi 5oo tetap nggak dikasi sama yang jual. Dia ngotot tempenya sudah paling murah yaitu 1000.
    Nggak bisa makan tempe jadinya 🙁

  13. deteksi :

    sodara-sodara sekalian, apakah selama ini kalian tahu dengan apa yang dialami oleh para petani kita? mereka hidup di bawah garis kemiskinan karena produk mereka dihargai sangat murah di pasaran. sedangkan harga obat dan pupuk pertanian terus naik. ketika kalian di surabaya memakan penyet tempe plus ayam goreng, di desa sana mereka hanya makan nasi dengan sambal. itupun kadang masih dicampur dengan tiwul (tepung ketela)

    harga produk pertanian yang murah tersebut tak lain disebabkan karena adanya komoditi sejenis yang diimport dari amerika dan dijual di sini dengan harga murah. otomatis petani kita tidak bisa menjual mahal produk mereka. dan akibatnya kehidupan mereka tidak pernah membaik secara ekonomi

    untuk mencegah makin murahnya harga komoditi pertanian ini, lantas pemerintah memberlakukan tarif masuk untuk import

    kemudian terjadi kenaikan harga minyak dunia yang berdampak pada keluarnya kebijakan mengurangi produksi kedelai di amerika sana. akibatnya harga kedelai menjadi naik karena supply berkurang sedangkan demand tetap..

    akibatnya seperti sekarang ini. harga kedelai naik. tapi sekaligus ini membawa berkah bagi petani kita. kedelai mereka ikut dihargai mahal. tapi nampaknya ini tidak akan lama. sebab banyak yang berteriak-teriak, “turunkan harga kedelai, kami tidak bisa makan tahu dan tempe penyet lagi..”

    oh… tempe penyet, naik 1000 saja, toh harganya masih di bawah 10rb. sedangkan kalo makan di Mc.D atau fastfood yang lain, dapat apa 10rb?

    saya membayangkan suatu saat tempe penyet menjadi makanan elit. karena memang pantas. tempe, jauh lebih sehat daripada ayam goreng berbalut bumbu tebal dan endapan minyak berkolesterol tinggi, yang sering kita makan di fastfood2 itu..

    CWIIM

  14. anasmcguire :

    Tempene made in Indonesia…
    Kedelene mede in USA…

  15. Supermoto :

    wes sing murah yo mangan singkong rebus, dan beralih ke sego jagung hehehehe

  16. yuki :

    Tempe made in Indonesia
    Delenya made in Amerika
    Patennya made in Japan 🙂
    Padahal sudah ada penelitian, kalo dele kita itu justru yang gizinya paling tinggi. Apalagi dengan sistem tumpang sari, yang namanya dele itu bisa disanding dengan tebu. Ini udah pernah dicoba di Jember sejak 5 tahun lalu. Hasilnya memuaskan. Apalagi kedele kita itu asli dan bukan rekayasa genetika seperti di Amerika atau negara lain. Disono itu sodara, 80 persen kedelenya itu hasil perubahan genetik

  17. tukang foto keliling :

    saya malah udah lama gak makan tempe… hiks

  18. kontrovers :

    Memang orang Indonesia ini gak tahu makanan murah dan bergizi tinggi. lihat aja negara luar seperti jepang…
    Disana tempe hanya dinikmati golongan atas dan harus di restoran mewah. tidak ada kedai yang menjual tempe kecuali di negeri Indonesia yang tercinta ini.
    Sedangkan kita kalo memandang tempe ini hanya makanannya wong ndeso dan tidak ada gengsinya daripada fastfood perpendek usia seperti yang ada dimall KFC, A&W, Mc Donald dll.
    Mereka lebih memilih makanan luar negeri daripada dalam negeri seperti tempe karena kalo kita makan makanan luar negeri gengsi kita nanti akan tinggi kayak gedung WTC yang roboh itu, dianggap anak gaul (halah gaul apanya makan aja masih ikut orangtua dibangga banggain), jadi lebih pede dan bergaya dan yang terakhir yang paling penting adalah dengan makan makanan gini, cara berpikir kita nanti bakalan maju kayak yang di luar negeri……..halah Mprettt bullshit semuanya.
    Bagaimana kita tidak cinta makanan indonesia la wong generasi mudanya aja udah terkontaminasi oleh yang serba instan dan pragmatis,tanpa memikirkan proses dari sebuah cara untuk mencapai hasil yang maksimal RUSAK DEH BAGSA INI HANYA KARENA GITU…..
    mohon tanggapan saya dikomentari. terima kasih

Leave a Reply