Tertib Itu Repot !

Hidup dalam satu kota, berarti kita saling share ruang dan sumberdaya yang ada. Entah itu udara, air, waktu dan bahkan ruang! Kita berhak merasakan kenyamanan hidup di kota, begitu juga pihak lain dan warga umum secara keseluruhan, sebagai entitas public. Hal ini sudah diajarkan sejak SD, bahkan anak-anak TK pun tahu.

Coba tebak, berapa usia dan tingkat pendidikan “pelaku” dibawah ini ?

Boleh tah melintasi flyover DTC ? Mumpung ndak ada polisi, Coy..

Melintasi flyover ? Mumpung ndak ada isilup !

Parkir dijalur hijau ! Adeem..

Emang boleh parkir di jalur hijau ??

Sayangnya, semakin bertambahnya usia, semakin pikun kita akan nilai-nilai tata tertib dan perasaan menghargai hak orang lain. Apalagi menghargai hak umum. Hidup ini udah repot, jangan bikin tambah repot dengan mikirin aturan (apalagi hak orang lain !) Nah lo….

Kalo ndak ada pihak yang berwenang menghukum, ngapain tertib ? Kan repot….

Ndak heran orang dinegeri seberang menjuluki kita INDON ! Yang bermakna implisit negatif : ndeso dan sulit diajak berbudaya..hahaha….

22 Responses to “Tertib Itu Repot !”

  1. aRuL :

    miris banget… emang susah membangun bangsa ini, ditunjukkan yang baik eh malah suka dilanggar πŸ™

  2. ulan :

    oh Endonesa ku yang ku cinta… muach.. muach..
    biar orang nya susah sadar, tapi tetep kangen ama yang kayak begini…
    *mudah2 an mudeng*

  3. nanakiqu :

    wekakekkekkekk Itulah indonesia yg akan selalu ku ingat masakannya……

  4. fahmi! :

    kurang jelas boss, plat nomere ndak ketok πŸ˜€

  5. tu2t ecchan :

    yah.. itulah Indonesia *sambilmenyanyikan lagunya* XD~
    tapi aku gk terima kalo kita dibilang INDON *mencak2 gk karuan* @$%#^%&)()&@@#@$^*)_(_&$#@^%^$#$@

  6. andi :

    biasanya sih boleh kalo lagi macet, yang nyuruh tambah polisinya, polisi kan punya hak apa gitu saya lupa namanya untuk mengutamakan kelancaran jalan, biar tidak macet di satu titik jalan, gak tau juga sih, kalo yg di atas itu yg nyuru siapa ya??? hehehe

    harusnya sih kita harus bangga hidup sebagai orang Indonesia, yang punya budaya, sejarah, bangunan sejarah, hasil budaya, yang sangat adiluhur, karena beberapa oknum (mis wni sendiri) atau media massa luar, Indonesia tercemar di mata luar

    harusnya sih kita marah bila ada yg merendahkan martabat bangsa Indonesia, apalagi menyebut Indonesia sebagai *****, tak sepatutnya lah, menilai suatu negara berdasarkan 1-2 orang (max 10.000 lah dari 200 juta)

    mari kita mencintai Indonesia dengan mentaati peraturan & memelihara pembangunan bangsa ini

    Indonesia adalah kesatuan dari kita semua, mari kita bersatu, Hidup Indonesia

    juga Hidup Surabaya

    lapor pidato telah selesai
    laporan selesai

  7. det :

    HAHAHAHA….

    apa yang salah dengan melintas di fly-over? di gambar itu ndak ada larangan tuh!

    kalo emang dilarang lewat situ, yang dilarang mobilnya apa motornya?

    harus jelas dulu aturannya, baru kalo dilanggar, kita teriaki rame2 trus jangan ikut2an pula!

  8. aRuL :

    oia itu daerah di sby yakz?

  9. risdania :

    kadang, pelanggaran ini dikarenakan tidak semua pihak dipikirkan secara mendetail. Mungkin karena disitu tidak di desain tempat parkir, makanya terjadi pihak yang parkir di jalur hijau. Tetapi memang tidak semua masalah bisa diselesaikan dengan desain, karena masalah budaya juga menjadi pokok permasalahan yang sulit dirubah.

  10. fikri92 :

    bararti yang ada diblog saya benar,ingin tahu

    fikri92.wordpress.com

  11. ndop :

    kok ndak ada saudara seperjuanganku ya??

    **yang numpak sepeda ontel maksudnya**

  12. avy :

    Kayaknya itu mobil gak parkir di jalur hijau, tapi untuk pemotretan mobil yang dimodif kali ya?

  13. dadan :

    @andi
    Beberapa oknum, tapi jumlahnya banyak πŸ˜€
    coba dihitung, pasti gak cukup deh jumlah jari tangan-kaki.

    @det
    Ada rambunya. Sorry gak sempat kefoto. Rambu motor dicoret.

    @aRul
    Iya. Yang diatas foto Mayangkara. Yang dibawah kantor swasta.

    @risdania
    yup. 100% agree

    @avy
    Foto bukan rekayasa. Sengaja saya crop, biar yang empunya tempat gak berok-berok.

    @all
    Thx all atas kunjungan dan feedbacknya.
    Entry point saya, tertib dan menghormati aturan adalah refleksi bangsa yang berbudaya.
    Sepertinya kita semua berada dalam satu alur pemikiran.
    Saya harap semua begitu.

  14. Rizal :

    Setidaknya kita mulai dari diri kita sendiri, dan orang terdekat kita untuk mulai “TERTIB”.

  15. doni :

    Yah bisa dibilang peraturan di Indonesia itu dibuat hanya untuk dilanggar so ngapain repot ???
    don45.wordpress.com

  16. Kiki Ahmadi :

    dimulai dengan diri sendiri…

    dan juga blog sendiri..

    tertib posting yuks….

    : )

  17. neng-shei :

    YAh, seperti itulah..
    *Nyanyi “Itulah Indonesia”*
    Diajak tertib susah, diajak maju susah, diajak ngapain dunkz..
    *Ngerasa sebagai “Orang Itu”*
    Semoga kita bsia membenahi diri masing2
    πŸ˜‰

  18. neng-shei :

    YAh, seperti itulah..
    *Nyanyi “Itulah Indonesia”*
    Diajak tertib susah, diajak maju susah, diajak ngapain dunkz..
    *Ngerasa sebagai “Orang Itu”*
    Semoga kita bisa membenahi diri masing2
    πŸ˜‰

  19. putri :

    tapi nggak semua orang Indonesia ky gitu,,
    yg melanggar kan cm oknum aj,,

    yg tertib juga msh banyak kok, walo kadang akhirnya ngelanggar juga klo dah kepepet bgt, hehehe,,

  20. Alpien :

    Itulah orang2 indonesia. . .

    Peraturan bukan dibuat untuk dipatuhi . .tp dibuat untuk dilanggar . .

  21. wafa :

    wuuakeh cak sing ngono iku, pelanggaran wes dadi budaya. koyo’e angel diilangi.

  22. kurMengintip Cara Parkir Orang-Orang β€œTerpelajar” : TuguPahlawan.Com :

    […] Mungkin mereka ingin memecah anggapan bahwa lahan parkir di Surabaya sempit dengan cara parkir di jalanan. Yah, memang Surabaya punya tempat parkir yang luas, tapi sebaiknya jangan disalahgunakan seperti itu. Bukankah Anda-Anda yang duduk di sana yang menentukan bagaimana nasib pendidikan Indonesia nantinya? Kok malah tidak tertib berlalu lintas? […]

Leave a Reply