The Pioner

Bissmillah…
Assalamu’alaikum Wr Wb

Pada tanggal 26 Desember 2008, saat rekan-rekan TPC melaksanakan aktivitas dalam memberikan proposal kepada pihak pengelola Hitech Mall pada siang hari setelah sholat Jum’at. Saat itu saya kebetulan tidak dapat menemani aktivitas mereka (maafkan saya) yang dikarenakan terdapat beberapa kepentingan yang sangat mendadak sekali sehingga saya harus memenuhi kepentingan tersebut di kota Mojokerto yang berlangsung hingga sampai sore hari. Setelah sekembali dari kepentingan tersebut, gajah_pesing, Anang dan Nopy mengadakan suatu keputusan untuk kopdar bersama dalam rangka menyambut kedatangan seorang blogger dari Jakarta yang bernama Epat yang kebetulan sekali pertemuan tersebut dilaksanakan di Hotel Inna Simpang pada jam 21.00 WIB (kurang-lebih). Walau dalam keadaan masih hujan, kami berupaya untuk dapat menemui blogger Jakarta tersebut mengingat jasa yang telah diberikannya kepada kami saat kami berada di Jakarta untuk menghadiri Pesta Blogger 2008.

Sekitar jam 22.00 WIB, akhirnya kami segera sampai di tempat tujuan dan bertemu dengan beliau. Obrolan segar yang mewarnai pertemuan tersebut dan keinginan Epat yang sangat ingin sekali untuk datang di agenda rutin TPC yaitu JMP (Jogging Minggu Pagi). Tak terasa waktu pun berlarut, Nopy yang kebetulan ada janjian dengan seseorang yang akhirnya memutuskan untuk pulang terlebih dahulu. Kami bertiga pun masih melanjutkan obrolan untuk sekedar silahturahmi dengan atas nama TPC yang sudah terkenal akan keramah tamahannya dalam menyambut tamu blogger dari luar Surabaya.

Dalam obrolan tersebut, kami tak sengaja mengemukakan ide yang sebenarnya sudah lama dirancang tapi masih membutuhkan banyak pendapat untuk melaksanakan eksekusi ide tersebut. Ide tersebut yang kami coba angkat dengan tema “Ziarah Wali Blogger” (tidak bermaksud melecehkan tapi gunakan plesetan). Tujuan daripada “Ziarah Wali Blogger” adalah untuk menjalin silahturahmi antar blogger dengan mendatangi kota-kota yang terdapat Komunitas Blogger didalamnya dengan jumlah peserta yang sebenarnya kami batasi karena mengingat kesibukkan antar rekan-rekan TPC yang tidak sama dan bahkan hampir nyaris sama seperti saya yang selalu “sibuk“.

Hal tersebut yang sebenarnya mengharuskan adanya suatu survey sebelum acara tersebut benar-benar terealisasi. Maka dengan serta merta, saya mencoba untuk memberanikan diri untuk menjadi pioner survey lokasi (karena bertepatan adanya acara hajatan dari seorang teman saya yang berada di Jogjakarta). Saya pun “menculik” Anang untuk menemani saya untuk survey lokasi yang akan kami datangi. Dalam keadaan terpaksa, akhirnya Anang pun memutuskan untuk menemani saya yang mungkin dapat dijadikan sebuah penguat sebuah keputusan hasil survey tersebut.

Pada malam itu juga kami pun segera berangkat tanpa adanya rencana dan anggaran yang bermodalkan nekat dalam keadaan spontan dan mengikuti arus yang mengalir, kami pun segera berangkat menuju Jogjakarta sebagai rute yang terjauh dari agenda “Ziarah Wali Blogger” tersebut. Kami yang datang berdua ini disambut bak raja oleh Komunitas Cah Andong dengan mengadakan kopdar sambutan (padahal malam sebelumnya mereka sudah kopdar Juminten), dimulai dari mencoba menyusup menjadi crew dari bagian Cah Andong dalam sebuah acara peragaan busana Muslim, hingga makan siang di daerah Terban. Di tempat itu kami pun bertemu dengan blogger sandal dan seorang blogger dari gunung kelir (genthokelir), dimana tempat beliau akan kami jadikan sebagi rute terakhir kami dan persinggahan dalam menjalin keakraban antar blogger.

Keadaan yang semakin larut menjelang sore, kami melanjutkan rangkaian acara tersebut di Angkringan Pak Man, daerah sekitar Tugu, sembari menunggu teman-teman dari Cah Andong yang lainnya. Sesaat setelah semuanya berkumpul, keakraban yang terjalin sangat menyenangkan bagi kami utusan dari timur (wetan) dalam menerima acara sambutan tersebut. Malam yang semakin larut tidak menyurutkan kami untuk segera berpisah tetapi kami malah melanjutkan lagi menuju Alun-alun Kidul jogjakarta yang kebetulan hujan pada saat itu. Disanalah kami bertemu dengan AndyMSE (perwakilan dari Blogger Bengawan) yang juga mendukung acara tersebut, mengingat acara yang bertujuan untuk saling mengakrabkan diri sesama blogger dari luar kota.

Sesaat setelah itu, kami harus terpaksa berpisah dengan rekan-rekan dari Komunitas Cah Andong untuk melanjutkan survey di Gunung Kelir. Perjalanan yang memakan waktu sekitar 45 menit dari pusat jantung kota Yogyakarta dan disertai dengan rintik-rintik hujan menjadikan hawa terasa sangat dingin menerpa tubuh kami.

Sesampai kami di Gunung Kelir, tepatnya di daerah Purworejo dan namanya blogger kami pun segera bereaksi dengan mencoba akses internet yang dimiliki Pak Totok aka Genthokelir. Sungguh tak dapat dilukiskan kegembiraan hati kami di saat mencoba tingkat kecepatan akses internet tersebut. Dengan bangga kami menamakan Surga Bandwith, hingga kebanjiran bandwith. Didukung dengan luasnya tempat dan dinginnya hawa pegunungan sangat mantap bagi kami para penikmat bandwith (apalagi yang gratisan).

Seharian penuh kami berakses internet tersebut dan sungguh nikmat sekali (ukuran saya). Alhamdulilah… Besok sorenya (hari ini maksudnya saat saya posting), kami pun kembali ke kota Jogjakarta untuk dapat kopdar lagi bersama Cah Andong yang disertai dengan kedatangan sesepuh blogger, “Ndorokakung“. Di sebuah tempat yang bernama Kedai Poci di daerah sekitar Condong Catur, kami pun mengusulkan rencana agenda tersebut bersama mereka, dengan harapan mendapatkan support positif dari mereka.

Dalam postingan ini hanya menjelaskan deskripsi sebuah usulan kepada semua rekan-rekan dari TPC untuk dapat dibicarakan lebih lanjut. Mengenai teknis dan pelaksana’an akan dibicarakan lebih lanjut melalui Milis dan perbincangan yang secara konkret yang kita kenal sebagai kopdar. Jadi kami yang sebagai The Pioner disini mencoba menuangkan ide agenda tersebut. walaupun sebuah acara dilakukan dengan spontan sangat menantang dan mengenakkan tapi dengan perencanaan yang lebih teroganisir sangat lebih menguntungkan untuk meminimalkan resiko yang sifatnya negatif. Terima kasih atas perhatiannya.

Wassalammu’alaikum Wr Wb

Berita yang lain dapat dilihat disini :

15 Responses to “The Pioner”

  1. diorockout :

    Mantep bang..
    budal
    nyelengi

  2. mantan kyai :

    no komeng. jik nggondog.

  3. Anang :

    hoam.. ntas tangi aku jah… he… setuju ayo budhal… (mulih sby maksude) 🙂 eh kita susun rencana yang matang utk mewujudkannya. dan bagi rekan2 yang berniat ikut dan mau nyumbang kritik atau saran bgmn terlaksananya acara ini silahkan…. Vivat TPC (lho)

  4. det :

    wah jan sip tenan makane sampe gak sido neng ponorogo hok yaaaaaa….

  5. Epat :

    maap ndak jadi bisa ikut JMP, ternyata pesawat saya jam 10 pagi… 🙁
    next time yo rek…
    eniwei thanks dah mau ngampiri saya rek, djaja mahe TPC! 😉

  6. luxsman :

    Ngumpulno Duwit Dhisik…..

  7. p4ndu_454kura® :

    Ah… itu… menara banjirnya. Kenapa nggak dipindah ke Surabaya??

  8. aRai :

    ikut meramaikan saja ah … maklum newbie ne 😀

  9. aRuL :

    sebenarnya suka banget yang beginian2 bagus untuk menjalin silaturahmi, apalagi ada jalan2nya hehehe

    namun kondisi internal kita aja masih kek gini, blum stabil. kegiatan aja masih acak adul.
    saya blum yakin kegiatan2 yg lain bisa berjalan sukses…

    tapi semoga permasalahan internal kita selesai, dan semua kegiatan2 yg kira usul dan rencanakan bisa terlaksana juga….
    amin.

  10. TuguPahlawan.Com » Blog Archive » The Pioner (2) :

    […] Baca Juga : Perjalanan Sebelumnya […]

  11. udin :

    aktifitasnya padat amat,,,,,,,,,pasti tenaganaya ekstra…..

  12. fithraw :

    semoga dapat terlaksana dengan baik…
    aminnn…

  13. TuguPahlawan.Com » Blog Archive » Ziarah Wali Blogger :

    […] melakukan dua kali kunjungan rintisan akhirnya diputuskan rute awal Ziarah Wali Blogger (bisa berubah sesuai […]

  14. andi :

    ziarah nya bareng2 ke jogja.. enaknya makan gudeg di plengkung, wijilan, jogja..

  15. excelvou :

    ziara wali blogger ? tempat tujuan baru kah ?

Leave a Reply