Tol Baru

Barusan saya mencoba tol yang baru dibangun. Tol ini menghubungkan Tol Waru dengan Bandara. Dengan keberadaannya, jalur vital yang harus ditempuh dari dan menuju bandaran diharapkan akan lancar (dan tidak memalukan daerah).

Mumpung masih trial, tarif tol masih 0,- rupiah 😀

Ada beberapa fasilitas exit tol yang belum bisa dimanfaatkan. Diantaranya exit tol Tambaksumur.

Menurut warga disana, ada permasalahan yang belum tuntas. Berhubung tol tersebut membelah komplek perumahan, (heran ada komplek perumahan di belah tol) exit tol tersebut berada tepat di tengah-tengah perumahan. Sementara disana banyak anak kecil dan orang tua yang biasa melaluinya.

Berbahaya sekali bukan ? Terutama sekali, umumnya kendaraan dari tol biasanya melintas dengan kecepatan tinggi. Tentunya harus ada policy dan perangkat safety lainnya, agar keselamatan orang yang melintas tetap terjaga.

Selain itu, fasilitas warga disana, berupa bunderan (ruang terbuka tempat warga berinteraksi) juga ikut hilang. Hingga kini belum diganti.

Beberapa kali pertemuan antara warga, pemerintah dan pengembang belum juga membuahkan hasil real. Permintaan warga sederhana saja, agar fasilitas umum dan keamanan disana juga diperhatikan.

Apakah semua proses pembangunan harus membuat warga ‘berkorban’ ? Semoga tidak. Kita tentunya berharap agar pembangunan itu membawa maslahat bagi semua orang. Pembangunan yang tidak menyisakan masalah.

Mungkinkah ?

10 Responses to “Tol Baru”

  1. risdania :

    wah, akhirnya dioperasikan juga yah,,
    ngeluh lagi kita,, kenapa kalau pemerinyah yang punya proyek, kadang masalah-masalah yang harusnya diselesaikan, selalu menjadi
    faktor akhir.

  2. aRuL :

    apa nunggu duit karcis tol kembali modal dulu kali yakz 😀

  3. amanda :

    iyaa!! tolnya turun di deket rumahku tuu!! kalo muter balik jadi harus ati2…
    yg paling gress sih dari Juanda ke Cito cuma 10 menit (katanyaa)

  4. leipzic :

    kalo ga salah nama perumahannya tu pondok tjandra ya? yah, susah juga sih… di satu sisi, demi rakyat juga dibangun jalan tol, tapi ya mengorbankan rakyat…

    permasalahannya, apakah dengan adanya tol ini yang akan diuntungkan adalah sebagian atau seluruh rakyat?

    apakah masyarakat kecil yang notabene berada di sekitar tol itu yang mungkin nggak punya mobil yang bisa dibuat lewat tol juga ikut diuntungkan?

    Harus kita cek bersama tentang hal ini…

  5. amanda :

    yah.. tp percuma juga protes.. wong udah dibangun……:P

  6. tu2t :

    ooohh…. jadi tol waru ituh tembusnya ke pondok chandra itu toh?? yayayayaya… tol yang aneh 😛 yah, berhubung saiyah bukan pengendara mobil.. jadi nggak ngerasain 😛 tapi setidaknya itu mengurangi macetnya kalo mau ke juanda baru..

    ituh tol nyambung ke juanda baru kan??

  7. avy :

    Saya sedang menunggu jalur tol dari arah ITS, kapan jadinya..
    capek kalo mo ke bandara…
    stress…

  8. dadan :

    @all
    thx atas feedbacknya

    @tu2t
    iya

  9. Rizal :

    Tol itu kan sebenarnya sudah dari dulu banget, sekarang baru bisa dipakai. Kalau buat aku ga ngefek, lha wong tolnya deket rumahku. Kalau mau lewat tol malah muter dulu… heheh..

  10. kura2top :

    Setuju ma amanda..

    Rumah juga di pondok tjandra…

    kyknya ada yg g beres thu ma amdal proyek tol tersebut, kyknya ada konspirasi terselubung antara CMS(Operator),PT Pondok Tjandra (Pengembang).

    Yg saya herankan KADES TAMBAK SUMUR (M.IMRON)hanya diam seribu bahas, bukannya mendukung warganya.

    Berkali-kali mediasi tp g ada jalan keluarnya malah berita terbaru yg saya dapat skrg pihak CMS ma PT Pondok Tjandra mencoba mendekati takmir masjid disekitar Pondok tjandra dgn memberikan sumbangan pada masjid.

Leave a Reply