TPC Refresh

Beberapa hari yang lalu, blogger-blogger Surabaya yang tergabung dalam Komunitas Blogger Surabaya Tugu Pahlawan dot Com menghelat sebuah acara sederhana untuk melaksanakan restrukturisasi kepengurusan TPC yang rencananya akan diagendakan tiap tahun. Dalilnya yang pasti adalah supaya terbentuk pola suksesi dan regenerasi yang efisien dan berkelanjutan. Niat terselubungnya barangkali supaya Mbahsangkil bisa sering-sering ketemu Mbak Kentang 😀

Dalam pertemuan singkat itu dimufakati bahwa si obat sakit kepala ini (maaf tidak boleh menyebutkan merek) dipilih sebagai ketua baru TPC, setidak-tidaknya satu tahun ke depan. Bisa nambah bila kinerjanya bagus, tetapi disarankan selalu memberi kesempatan kepada yang lebih muda untuk bisa belajar. Toh saya yakin memimpin blogger tidak akan sama seperti menggembala kambing, yang hanya bekerja keras sendirian memimpin kepala-kepala tanpa isi, tetapi lebih kepada manajemen ide dan inisiatif, bukankah blogger selalu identik dengan inisiatif-inisiatf, ehem….

Ah, soal itu biarkan komite suksesi yang berfikir. Sementara saya yang kebagianmengurusi revitalisasi Logo dan – sekaligus – image TPC telah mengakomodir hasil polling tentang logo TPC yang akhirnya disepakati dipilih nomer 1. Dengan berbagai pertimbangan dari para sesepuh TPC, akhirnya dengan ini saya memublikasikan logo baru TPC yang final.

Logo berformat logotype (logo yang berupa teks ‘TP’ berwarna hijau tosca, sementara ‘C’ berwarna hijau muda).

logo baru TPC

— Ditulis tangan Ardyansah, diketik Anang, didikte Gajah, disaksikan Galihyonk, menggunakan lektop mas ketua, disahkan di kantor TPC

19 Responses to “TPC Refresh”

  1. Dias :

    keren…..

  2. diorockout :

    cool

  3. aR_eRos :

    sukses and gutlak buat bodr (ops ndak ble nyebutin merk ya) buat Frenavit
    logonya juga sesuai pilihan polling sayah kemarin

    sekedar usul ndak dosa kan, disingkat Tupaco ae
    kayak perusahaan bonavit ndak?

  4. galihyonk :

    Keren logo barunya…

  5. gajah_pesing :

    budal….

  6. nggresik :

    kulo lebih srek werno ijo iki tinimbang wingi oranye abang….
    poko’e TPC tambah sukses… mugo-mugo

  7. det :

    ini mantab cak desainer, akhirnya semburan di atas t itu dihilangkan juga 😉

    apik! siap dilaunching!

  8. p4ndu_454kura® :

    Niat terselubungnya barangkali supaya Mbahsangkil bisa sering-sering bertemu Mbak Kentang. 😀

    Ahem! :mrgreen:

  9. aRai :

    SAH

  10. fuad syamee :

    boleh diadu tuuuhh…

  11. herru :

    keren keren
    kayak environmental blog jadinya 😛

  12. luxsman :

    manTaf Jhe………

  13. Just Bryan :

    Siiip..ini baru logonya TPC..
    Pasang di banner ah..

  14. mudz069 :

    Semoga kedepannya TPC bisa lebih memasyarakat, baik bagi warga dunia maya maupun warga biasa bisa memetik manfaat.
    Untuk para senior yg telah membidani kelahiran n mengembangkan komunitas ini [sehingga sampe punya markas segala] tentu aku berharap kiprahnya tak berhenti sampe disini.
    Bimbingan n segala bentuk pencerahan tentunya masih diharapkan.

    Kata Ki Hajar Dewantara, seorang pemimpin itu ing ngarso sung tulodo, ing madyo mbangun karso, tut wuri handayani .

  15. STR :

    Buat Anang dan teman-teman lain,

    Apa kabar?

    Senang bisa melihat TPC masih berdiri tegak sampai sekarang. Ingatan saya kembali ke masa lalu, ke malam dimana saya berkenalan dengan Cempluk via YM, dan ngobrol soal kemungkinan bikin komunitas bloger di Surabaya. Waktu itu Cempluk menyambut antusias ide saya dan kami langsung cari nama, hingga kesepakatan jatuh pada frasa “tugu pahlawan” dan ekstensi “dot com”. Meski sempat terjadi salah paham kecil antara saya dan Cempluk, pembangunan situs awal TPC tetap jalan dan selesai beberapa jam setelah launching di Wapo Kayoon.

    Saya selalu punya masalah dengan gelombang mood. Pada waktu-waktu tertentu mood saya bisa sangat drop. Saking jatuhnya, saya tak lagi peduli dengan lingkungan dan orang-orang di sekitar. Saya jadi inkonsisten, kehilangan persistensi. Kejatuhan mood itulah yang saya alami beberapa bulan setelah jalan bareng the heroes. Saya akhirnya memilih “cerai” dari TPC, dan sekalian cabut dari blogosfer.

    Problem mood ini masih saya alami sampai sekarang. Dalam beberapa kasus, hal ini sampai bikin orang-orang di sekitar saya marah dan kecewa. Bulan lalu ada satu organisasi saya kecewakan. Bulan ini juga. Hehehe ….

    Tapi malam ini saya bangga dengan TPC. Tak pernah terpikir oleh saya, hasil chatting dua orang asing malam itu bisa berkembang sedemikian besar, dan langgeng sebegini lama. Semoga TPC bisa terus jaya, jadi tempat para bloger Surabaya untuk belajar banyak hal, terutama menulis. Selamat buat ketua baru! Bangunlah sivitas efektif Kota Pahlawan dengan terus menulis.

    Saya bangga pernah jadi bagian dari kalian. La lutta continua! 😀

  16. aRuL :

    STRkan masih bagian TPCkan, eh kalo ke surabaya, KOPDAR!!! hehehe

  17. luxsman :

    santai Jhe….., Aq nanG mBurimU……

    Ok Jhe………… Ok jhe…………… Ok Jhe………….

  18. p4ndu_454kura® :

    @ STR
    Lah, kan sampeyan belum menulis surat pengunduran diri, jadi masih termasuk anggota sekaligus founder TPC. You’re welcome here anytime. :mrgreen:

  19. p4ndu_454kura® :

    Komenku ketelen akismet! 👿

Leave a Reply