Traffic Light

Siapa yang gak kenal dengan traffic light, atau istilah Indonesianya adalah lampu lalu lintas. Hampir seluruh warga Indonesia tahu lampu lalu lintas. Sengaja tema ini saya ambil untuk membahas perkembangan dan penggunaan lalu lintas di kota – kota besar, salah satunya kota Surabaya. Ya…..tanpa kita sadari banyak banget kekurangan dan kelebihan dari adanya lampu lalu lintas dalam mengatur penggunaan jalan raya.

Traffic light sendiri di atur 24 jam non-stop untuk mengatur ketertiban lalu lintas. Hampir tidak terpikirkan, coba kalau traffic light diganti denga tenaga manusia, kayak apa ya manusianya. Samson aja pasti kalah. 😉

Ya….oleh karena itu kita patut bersyukur dengan adanya traffic light. Coba deh kalau ga ada, kayak apa ya lalu lintas di kota – kota besar. Tapi jangan senang dulu dong ??? Di balik kelebihan pasti ada kekurangan, walaupun kekurangan itu sedikit tapi kalau ketahuan juga tetap buruk image-nya.

Ini yang ga pernah kita sadari juga, traffic light itu barang elektronik, dan barang elektronik itu punya nilai – nilai yang perlu diperhatikan, dari segi ketahanan, akurasi, presisi dan sebagainya. Kenapa perlu diperhatikan ??? Semakin lama dipergunakan maka semakin cepat pula mengalami penurunan kualitas kerja. Salah satu contohnya lampu mati, lampu-nya nyala semua atau bahkan mati semua. Nah kalau sudah kayak gitu kan bingung tuch. Jadinya lalu lintas tidak terkendali dong. oh iya ada yang lupa juga nih, menyoroti traffic light di kota Surabaya, yang sistemnya sudah menggunakan led dan timer. ini ada kekurangannya lho, timer yang terlalu lama akan semakin menambah daftar kemacetan dikarenakan mobil yang antri, kemudian timer untuk lampu hijau yang cepat mengakibatkan kendaraan bermotor melaju dengan kecepatan tinggi agar tidak antri lampu merah lagi. Wah serba ribet ya….Terpikirkan oleh saudara ga ???

Terus gimana nih solusinya ???

Semua pasti ada solusinya, yuk kita mikir bareng – bareng.
Silahkan di comment, ntar kita laporkan ke Dinas lalu lintas DLLAJ.

Salam Kepahlawanan.

12 Responses to “Traffic Light”

  1. gajah_pesing :

    pertamax..premium..solar..

  2. gajah_pesing :

    anu saia gak isa mikir… setahuku DLLAJ juga repot banyak kegiatan

    Salam Kepahlawanan

  3. luxsman :

    SengerTi Q, coundown timer iku tergantung kepadatan kendaraan, lan aq pernah dengar maksimum lampu merah menyala 135 detik, nek kelamaen bosen sing ngenteni……..

    DLLAJ yo ngak mikir lampu lalu lintas, tpi ono dinas liyane, lali aQ….

  4. aryo ( cahwetan ) :

    harus ditambah kegiatannya. pikir lampu lalu lintas.

  5. nico :

    wah ya sich gitu lah teknologi… tapi kadang timer itu berguna lho! karena bisa memberitahu kita kapan bakal lampu merah dan kapan lampu ijo.

    Nah sekarang kalau gak ada timer, kita bisa ngerem ndadak karena tau2 lampu udah merah…. bener gk?

    kalau ada timer kita bisa rem dari jauh…. bener gak?
    hihihi gak taulah

    dulu saya sempat mikir kayak gini juga soalnya

  6. mudz069 :

    Sehebat-hebatnya PLC yg mengomandani “lampu bang jo” saya rasa masih ga mampu menandini kepiawaian pak polisi dalam hal intuisi.
    Saya pernah neh disandera lampu merah meski lalin lagi sepi.
    Mestinya sistem traffic light selain cauntdown timer, bisa dilengkapi dgn perangkat pencacah en sensor gerak sehingga sistem bisa mengenali juga mengkalkulasi arahmana yg padat dan yg sepi. . . .so quota waktu bisa dibagi dgn adil dan berjalan seefisien mungkin.
    Lebih jauh lagi, perangkat yg ada juga bisa “mencium”, mendeteksi adanya emergency vehicle sehingga saat ada mobil PMK, ambulan, konvoi pejabat atau kendaraan apa saja yg diberi otoritas,. . . . . .gerbang langsung dibuka en lampu hijau dinyalakan sementara dari jurusan lain diblok buat sementara.
    Tapi entahlah en kapan kita punya sistim seperti itu. . . . . . . . mungkin menunggu segala bentuk korupsi hilang dari peredaran dibumi pertiwi ini.

  7. mudz069 :

    Oh, sistem traffic light diatas bisa ditambah dengan perangkat bluetooth. . . . . . . .sehingga pas nunggu lampu hijau, ponsel kita bisa “mendownload” content dari markas ATCS (?) tentang situasi dipersimpangan lain sehingga kita bisa menyiapkan jalur alternatif bila sekiranya jalur reguler kita ternyata sangat padat en macet.
    Memang telah ada radio swasta yg membantu memforward laporan situasi jalanan tapi untuk hal hal tertentu kurang detil.

  8. aRuL :

    sebenarnya timer itu mengikuti lampu merahnya koq…. bukan sebaliknya..

    yang penting sebenarnya perawatannya, seberapa sering petugasnya ngawasi, pasti akan selalu baik.

  9. cisthouse :

    hmm sebaiknya kita juga ikut merawat dan menjaga segala fasilitas kota…namun kalau sudah tidak dapat di pakai atau rusak ya sebaiknya di ganti dengan yang baru dengan melaporkannya ke pihak yang mampu bertanggung jawab. Kalau menurut saya pribadi, semua ciptaan manusia pasti akan rusak, oleh sebab itu kesadaran dari masyarakat setempat sangat di perlukan…

  10. Aryo ( cahwetan ) :

    ya seperti itulah juga hidup kita jika dikaitkan dengan trafic light. ada benarnya kita saling membantu menjaga serta merawat barang titipan orang.

  11. aldi_ufo :

    kbetulan,,tadi pagi,,aQ ngalamin TL ber Countdown yg gak adil.. masak ijonya 10,,merahya 99+ (mungkin 120-an).. Lak yo macet… Tp,,bener juga,,lumayan ada countdown timer,,jadi dr jauh sudah nyata..

  12. Marsudi Juwono :

    Hallo… hi.. hi… komentarnya lucu2. Ngatur traffic ligt itu susah banget lho! Sebenarnya traffic light itu punya filosofi supaya “lebih banyak kendaraan yg bisa lewat persimangan” bukan supaya kendaraan berhenti!, tapi kalo ada kendaraan yang harus berhenti, ini untuk memberi kesempatan kendaraan lain jalan! Makanya kalo udah malam traffic yang baik akan nyala kuning kedip-kedip karena udah sepi sehingga kita nggak pernah berhenti pada saat kondisi persimpangan kososng(awas tetep jalan ati2).
    Klo Count Down Timer memang digunakan supaya banyak kendaraan lewat, klo ijo udah tinggal dikit, klo masih cukup waktunya… tancap gas aja. Klo nilai merah masih banyak santai aja, klo perlu matikan mesin!( Hemat bensin), klo merah udah dikit (kurang 3 detik) nyalakann mesin 3,2,1,0 go……langsung tancap gas!!, semakin cepat respon kita semakin lancar jalan-nya. Klo nilai merah ama ijonya nggak adil ya… memang gitu. karena klo di perempatan nilai hijau dibagi untuk 4 jalan sedangkan kira kira nilai merahnya 3 kali lebih besar dari ijo. Dan kalo janlannya bukan protokol(jalan nggak padat ) maka ijonya akan di kasih lebih sedikit dari pada jalan yg padat. Melihat kondisi lalu lintas jarak jauh secara teknis bisa dilakukan tapi kayaknya pihak dinas perhubungan belum menyediakan fasilitas itu. Perhatian Trafic Light (Lampu) merupakan rambu-lalu lintas sedangkan count down timer bukan! Klo ada perbedaan antara traffic light dg timernya, pengendara harus mematuhi lampunya!!!.

Leave a Reply