UN Tetap Ada, tapi Bukan Satu-Satunya Penentu Kelulusan

Akhirnya polemik tentang ada tidaknya UN terjawab sudah. Dalam rapat kabinet terbatas kemarin, presiden SBY menetapkan untuk tetap melaksanakan Ujian Nasional (UN) di tahun 2010. Presiden SBY meminta agar penyelenggaraan Ujian Nasional diperbaiki, disempurnakan, dan ditingkatkan kualitasnya. Dalam sambutannya Presiden SBY mengatakan UN bukan satu-satunya alat ukur untuk menentukan kelulusan siswa, tetapi juga bisa memadukan aspek-aspek lainnya.

Hal senada disampaikan oleh Mendiknas Mohammad Nuh seusai rapat terbatas, UN dinilai metodenya paling tepat. “Tentu ada plus dan minusnya. Akan tetapi, nilai positifnya jauh lebih banyak dibandingkan dengan negatifnya,”. Salah satu bentuk penyempurnaan dari pelaksanaan UN 2010 ini adalah adanya ujian utama, ujian susulan, serta adanya ujian ulang. Ujian susulan ini diperuntukkan bagi mereka yang berhalangan dan sakit. Ujian ulang diperuntukkan bagi mereka yang tidaklolos dalam ujian utama. waktu pelaksanaan ujian ulang satu bulan setelah ujian utama.

ujian nasional

Bukan tanpa alasan Pemerintah memajukan waktu penyelenggaraan UN, tetapi ini adalah untuk kepentingan bersama baik siswa maupun sekolah. Jika terdapat siswa yang tidak lulus di mata pelajaran tertentu maka siswa tersebut dapat mengikuti ujian ulang satu bulan kemudian. Sehingga siswa tersebut memiliki cukup waktu untuk mengikuti seleksi ke jenjang selanjutnya. Bukankah semua Perguruan Tinggi mengajukan syarat kelulusan untuk SMA/sederajat untuk seleksi penerimaan mahasiswa barunya? Bukankah hampir semua Perguruan Tinggi Negeri mengajukan syarat kelulusan untuk SMA/sederajat bukan dari paket C untuk seleksi penerimaan mahasiswa barunya?

Nah, kembali ke masalah UN. Ada empat syarat yang harus dipenuhi untuk kelulusan siswa antara lain:

  1. menyelesaikan semua program pendidikan
  2. memiliki akhlak, budi pekerti, dan tata krama yang baik
  3. lulus mata pelajaran yang diujikan sekolah
  4. lulus Ujian Nasional (UN)

Nuh mengatakan, “Meskipun, UN-nya dapat nilai 10, tetapi akhlaknya tidak benar, ya, tidak lulus. Kalaupun UN-nya lulus, tetapi ujian sekolahnya tidak lulus, ya, tidak lulus. Jadi, keempat-empatnya harus dipenuhi”

Mudah-mudahan melalui postingan ini tidak meragukan kinerja Moh. Nuh yang saat ini menjadi Mendiknas. Dan bagi yang masih sekolah tetap semangat belajar dan semangat mengikuti Ujian Nasional. jangan sampai hanya gara-gara Ujian Nasional kita menjadi malas untuk belajar dan menyepelehkannya. Seperti kata Moh. Nuh Ujian Nasional memiliki nilai plus dan minus, tetapi jauh lebih banyak nilai positifnya jauh lebih banyak dibandingkan dengan negatifnya. Kalau tidak setuju silahkan ditambahkan di bagian komentar dan bagaimana metode pengganti selain UN?

7 Responses to “UN Tetap Ada, tapi Bukan Satu-Satunya Penentu Kelulusan”

  1. gajah_pesing :

    Alhamdulilah.. Semoga pendidikan Indonesia akan semakin maju berkembang sesuai dengan kadarnya

  2. budiono :

    wah ini tentu jadi kabar yang menggembirakan bagi anak SMA, tapi bukan lantas mengendorkan semangat belajar karena tantangan ke depan makin berat.. indonesia butuh pemimpin yang berkualitas dan berintegritas

  3. Rizal :

    Namanya sekolah ya harus ada ujiannya untuk mengevaluasi hasil pembelajarannya. Kalau tidak mau model UN, bagaimana kalau pakai model seperti anak kuliahan yang pakai SKS gitu?

    Yang membuat saya sangat kecewa adalah proses-proses tidak jujur hanya karena takut siswanya banyak yang tidak lulus. Itu sangat tidak mendidik.

  4. Nich Imam :

    Allhamdulilla n moga tu beneran , tapi don’t 4 get Belajar terus untuk mencapai kelulusan LULUS UNAS 100% Anak INDONESIA Amin…

  5. Andi :

    smoga hasil dr teori yg d trapkn sesuai / bahkan lebih dr yg d harapkn karna bangsa ini butuh jiwa2 pemimpin sjati yg memiliki pandangan luas k depan + akhlaq yg mulia, sbg prumpaan misal : bnyk rekrutmen yg d lakukn olh perush2 hnya brpedoman dr hasil kertas smata sbut sj misal IPK tp “mereka” tdk mngobservasi apakh hasilnya bnar2 murni dr prestasinya / hasil nyontek! Plus ada advis wat pak Mendik RI niy, tolong brantas praktek mafia2 pendidikan…trims…majulah pndi2kn Indonesia

  6. Gita :

    Misalnya 3 kriterianya dah d penuhi,tapi gak lulus UN..ya ttp aj kan gak bakal lulus…sistemnya ttap sama aj kayak taon2 kmaren..huft

  7. kramy :

    walaupun ada 4 kriteria kelulusan, kalau un-nya tdk lulus, tapi yg tiganya lulus..ya tetap tdk lulus! berarti un tetap menjadi satu-satunya alat kelulusan!

Leave a Reply