Wajib Militer, Mau?

Guys and girls, rencananya nih, pemerintah akan menggelar Wajib Militer alias Wamil. Syaratnya, wong Indonesia, ber KTP Indonesia, dan berusia antara 18 sampai 45 tahun. Ini tercantum dalam RUU tentang Komponen Cadangan, yang akan diajukan Dirjen Potensi Pertahanan Dephan ke DPR RI tahun depan.

Wamil ini nantinya merupakan hal yang wajib, karena kalau terjadi sesuatu, terutama ada serangan dari luar, pemerintah bisa memobilisasi warganya untuk diperbantukan.

Memang sih, ada berbagai pendapat yang muncul, dan tentunya pro dan kontra. Yang pro jelas akan mengatakan, ini sangat penting untuk menumbuhkan nasionalisme, dan rasa cinta tanah air dan bangsa. Yang nggak setuju jelas akan menolak, karena dalam RUU ini disebutkan, kalau pemerintah sudah memanggil, sekalipun dia bekerja di sebuah instansi swasta, yang bosnya paling galak sekalipun, tetap harus mengizinkannya, demi kepentingan negara.

Kalau di Thailand, ada dispensasi tidak ikut Wamil untuk mereka, yang punya prestasi tersendiri. Paradorn Srichaphan misalnya. Petenis andalan Thailand ini dapet dispensasi, soalnya prestasinya membanggakan bangsa.

34 Responses to “Wajib Militer, Mau?”

  1. aRuL :

    wah ngak bisa membayangkan diri ikut latihan militer, walau dulu sempat salah salah satu cita-citaku menjadi taruna.

    Kalo saya melihatnya terlalu dini untuk memikirkan hal itu, karena tentara2 kita juga masih banyak, buktinya masih sempat melakukan penyelewengan alutsista (upz benar ya tulisannya?)

    Kalo pun benar-benar terjadi perang, warga negara mana yang tidak mau berkorban untuk bangsanya. Semua pasti akan membela mati2an bangsa ini, dan sekejap akan terlatih.

    atau mungkin dasar-dasar bela diri bisa diajarkan di mata pelajaran pendidikan jasmani sudah cukup.

  2. STR :

    Mau bikin ulah lagi nih ABRI!

    Apa karena udah lama gak perang, trus sekarang tangan dan bokongnya pada gatel mau praktek ilmu? Apa kerusuhan-kerusuhan yang mereka bikin di daerah-daerah konflik itu belum cukup?

    Wamil ini nantinya merupakan hal yang wajib, karena kalau terjadi sesuatu, terutama ada serangan dari luar, pemerintah bisa memobilisasi warganya untuk diperbantukan.

    Dasar militer paranoid! Bikin riset dulu sono, apa ada kecenderungan ke arah sana. Punya BIN (Badan Intelijen Nggobloki) to??

    Yang pro jelas akan mengatakan, ini sangat penting untuk menumbuhkan nasionalisme, dan rasa cinta tanah air dan bangsa.

    Kalo mau belajar nasionalisme, gak usah sama tentara lah. 😆 Ngapain?

    Btw, thanks buat pak Yuki atas infonya. Wah, bisa nih pak, berita-berita hangat SS disebar di sini. 😀

  3. aRuL :

    saya salah ngomong tadi maksud saya alutista, hehehe

    @ STR : jangan emosi gitu dong. hehehe

  4. aRuL :

    ups sudah benar tadi, ngapain diperbaiki.. hehehe alutsista
    *tadi ke menu comment nyari fitur edit atau delete ternyata ngak ada.. hikz2 terpaksa klarifikasinya di sini*

  5. profmustamar :

    salam dari Makassar.
    Saya pribadi, juga (mungkin) mewakili komunitas blogger Makassar Angingmammiri mengucapkan selamat dan sukses kepada komunitas blogger surabaya atas meluncurnya situs tugupahlawan.com.

    Semoga semua bermanfaat bagi blogger surabaya sendiri, serta orang banyak.

    Sukses selalu,
    Salam dari Makassar…

  6. yuki :

    waah…selamat datang Daeng…silakan silakan. Semoga kerasan bergaul dengan teman-teman disini..

  7. nrkhlsmjd :

    abri dan pulisi yang kerjaannya gak jelas masih banyak…
    ngapain pake acara wamil-wamil segala… optimalkan mereka dulu lah…
    lagian emang kita mau perang????

    -seandainya tidak ada tentara, tidak akan ada perang-
    😀

  8. yuki :

    saya kok jadi inget Swiss. Ini satu-satunya negara yang tidak punya angkatan bersenjata. Tapi semua rakyatnya, adalah tentara bagi negara. Apalagi konsep Wamil itu, hasil ngintip artikel di net, lebih mirip Ratih alias Rakyat Terlatih, dan ternyata itu mirip dengan yang dilakukan PKI dulu. Inget Gerwani yang sempat ngetop dengan genjer-genjernya? atau BTI (Barisan Tani Indonesia)? Ini bukan ajakan untuk kontra. Saya cuma teringat sama buku PSPB hehehe!!

  9. galih :

    Ono-ono wae kiy… Ini masih tahap rancangan kan? Berarti implementasinya masih jauh, masih harus melalui gontok-gontokan panjang. Maklum, secara Endonesah gitu 🙂

  10. gempur :

    @ STR:
    Gak usah emosi gitu mas, jangan terlalu anti militer.. bisa bahaya, nanti media kita kena bredel lhoo.. hahaha..

    Kalo memang wacananya seperti itu, militer kita memang paranoid, atau mereka memang kurang profesional, kalo kurang professional, tirulah saya, “rakyat” sipil yang professional 🙂

    Tapi, percayalah, rakyat indonesia, utamanya surabaya, siap jadi tentara kapan pun tanpa perlu dilatih (wamil) saat dibutuhkan negara. Dunia sudah merasakan dan mencatat dahsyatnya perlawanan arek suroboyo!

    Wamil bagi saya sampai kapan pun tak perlu! Bela Negara kewajiban seluruh rakyat, Mendingan satgas2 milik partai itu aja yang dikerahkan untuk wamil, itu kalo diberlakukan looh!

    Wis embuh lah! capek mikirnya..!

  11. evelynpy :

    Kalau kita tinggal di negara Korea yang notabene adalah negara dengan jumlah penduduk yang lebih kecil jika dibandingin dengan Indonesia itu amat sangat masuk akal!
    Tapi kalau negara sebesar ini dengan jumlah armada yang tumpah ruah di dunia militer, kayaknya nggak deh!
    Setubuh dengan Arul, warga negara mana sih yang nggak akan membela negara kalau terjadi apa-apa?
    Trus juga hari gini perang secara fisik? Aku rasa tantangan bangsa kita bukan perang secara fisik, tapi perang secara mental dan hal yang lain yang memang jelas kita butuh training untuk itu.
    Lihat saja “perang antara Amerika dengan China” barat dan timur yang perang bukan perang fisik tetapi perang produk yang dimana China lebih murah.
    Nah harusnya Indonesia siap menghadapi “perang” yang seperti itu!
    Kayaknya pemerintah mulai deh mencoba untuk menjadikan negara kita adalah negara berbasis militer atau jangan2 tahu sendiri kan akal-akalan pemerintah dalam korupsi secara legal?
    🙂

  12. Wisnu :

    sebaiknya pemerintah mengurusi perkara korupsi yang sedang melanda bangsa ini. untuk masalah wamil, saya pikir g terlalu penting. ingat perang yang terjadi sebelum kita merdeka. bangsa kita mampu mengatasinya tanpa bantuan militer!!

  13. fikri :

    menurut saya,sebaiknya hal itu tidak usah dilakukan saja,karena jika semua diwajibkan wamil, maka potensi warga yang lain akan terbuang karena wamil, sebaiknya pemerintah mengambil warga yang memenuhi syarat saja biar tidak percuma untuk hal yang tidak efisien dan kalau semua wamil negara ini akan menjadi negara militer yang keras tanpa ada rasa sayang diantara sesama

  14. Ning Chiw :

    emoh ah, biar mas Yuki aja…

  15. Felix :

    ckckck…
    Emang pemerintah punya dana ya buat wamil?? Bayarin berjuta-juta penduduk yang ikut wamil,, termasuk seragamnya ntar,, uang makan,, tempat tinggal dsb.. edan opo??
    Kesejahteraan para veteran perang aja belum tercukupi,, gitu mau keluarin dana buat wamil yang belum tentu berguna..

    lagian jaman sekarang perang udah canggih,, udah pada pake pesawat, kapal selam yang canggih-canggih.. Eh,, ini pemerintah malah mau buang-buang uang buat ngelatih wamil.. Kan mendingan uangnya buat nambah pesawat tempur gt kek…

  16. fa & me :

    sore..wah udah launching nig…sory ya mas q gak bisa ikut launchingnya,cz q dah plg ke Makassar

  17. anasmcguire :

    Wah wamil (Wanita Hamil,, Eh salah Wajib Militer) …. Pikir-pikir dulu nih..
    Wong wajib belajar aja banyak yang gagal…
    Kok malah wajib militer…
    Pikirin tu pendidikan anak bangsa!!!

  18. siawhietji :

    Untuk esensi wajib militer saya sepakat, tapi realita di Indonesia gak bisa menipu kalau negara ini masih belum mampu menjalankan program tersebut. Disamping rentang usia yang terlalu lebar, pendanaan dari mana kah yang akan digunakan pemerintah untuk membayar kompensasi bagi tiap-tiap warga negara yang ikut wamil. Karena ketika wamil, sudah pasti warga negara akan kehilangan waktu untuk mencari nafkah dan beraktifitas seprti biasa. demikian menurut pandangan saya.

    salam,

  19. STR :

    Wakaka …. postingannya sukses, mas yuki! 😀

    Sering-sering lo bikin postingan kek gini 😉

  20. henri :

    wah seru.. ada kursus perang gratis.. pelatihan buat ngadepin pas ada tawuran.. kapan ini bisa dilaksanakan? kapan? kapan? kapan?

  21. nico :

    he2x percuma wajib militer…Amerika mau perang wajar, afghanistan perang wajar, iran, irak, malaysia perang itu wajar…tapi kalau Indonesia wajib militer!?mau nyerang siapa? lha lagu daerah dibajak aja cuma bisa ngomong doank!!!
    kalau mau perang coba latihan dulu ngambil kembali hak patennya tempe!!lagipula kalau mau perang dana dari mana?jangan sampai dana yang sudah dialokasikan untuk rakyat tiba-tiba dibuat sesuatu yang gak berguna!

    Peace….

  22. bayoe :

    klo saya sih mau2 aja asal pas latihan wamil yang jadi sasaran tembak para koruptor2 yang udah nyolong duit negara…
    wakakakakakakakakaka…….

  23. Jiewa :

    Menurut saya Indonesia tidak punya budget untuk menggelar wajib militer. Pengadaan asrama, makan, asrama dan senjata.. dari mana duitnya ? 😀
    Masa 1 senjata dipake berdua haha…
    Dan satu hal lagi, bisa jadi nanti yg ga mau ikut wamil bisa membeli dispensasi.

    *skeptik mode ON*

  24. n3tg33ks :

    Buset dah, masa wajib militer sih.
    yawdah klo gitu tahun ajaran berikut tuh lulusan yang mau masuk ABRI langsung trima aja (yang sehat fisik dan jiwa). Gak usah pake amplop”an segala. :p

  25. Dicky :

    Nggak ah, nggak setuju. Alasannya? Males :-p

  26. JieWa Nakamura :

    Daripada bikin Wajib Militer, gimana kalo bikin Wajib Ngeblog ? 😀

    @Admin : pasang shoutbox plz… 🙂

  27. sun :

    wkekeke wajib ngeblog.. nti bakal penuh TPC ini..
    menurut mbah surep.. wajib militer akan sulit dilaksanakan indonesia.. karena klo semua ikut orang wajib militer siapa yang ngepost BLOG.. XD~

  28. diondeteksi :

    saya pribadi siap mengikuti wajib militer dan bela negara!!!
    *ayo, kalo perlu tandatangan darah di tpc!!!*

    *ups… kabuuurrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrr…*

  29. toekang sapoe :

    maksute siih apih, nggalakno bela negara. tapi pok yo mikir lha saiki wa’e ijek ake pejabat sing gak cinta bangsa n negara (dengan korupsi). ndanio pejabat sing mari wamil lak tambah jahat, kejem

  30. sleepyhead :

    Indonesia mw wamil?? ngapain??!! Amerika yang suka perang aj udah gk memberlakukan wamil lagi!!! Apalgi Indonesia?!! Apa kata dunia nanti?!!

  31. yuki :

    kalo amerika, justru sekarang bingung cari tentara. makanya persyaratan jadi tentara dipermudah, termasuk anak punk bertato sekalipun monggo mawon.

  32. rijz :

    Wajib militer…? perlu ga perlu sih… saya sih latihan perang/strategi perang dengan cara maen game-game RTS(Real Time Strategi)dan FPS (First Person Shoot) di PC… walau rada khayalan tp konsepnya sama.. jadi, wamil tuh 50:50.. jadi kayaknya sih istilahnya makruh…heuheu

  33. chakra pratama ersa :

    wajib militerr sih perlu bangt karena setiap warga negara indonesia harus siap dengan keadaan apapun n kondisi apapun karena anggota TNI-polri tidak akan mampu untuk melindungi setiap warga negara indonesia. oleh karena itu apabila setiap warga negara indonesia telah mampu melindungi diri mereka sendiri dari serangan pihak luar ( bangsa asing ) maka TNI-POLRI kita telah terbantu tugasnya dan akan melindungi mereka yang benar2 membutuhkan perlindungan mereka.

  34. pathologist :

    setuju saja dg latihan militer,tp dg catatan buat pertahanan sewaktu waktu dari serangan asing saja.kalau buat perang dengan bangsa sendiri atau sesama muslim ogah ah

Leave a Reply